Breaking News

OTOBIOGRAFI SINGKAT BUNDA MENIK – FITRIA WIDIANTI, S.Pd.

 

Jawasumatrapost-/Perjuangan Ibu Muda dalam Dunia Pendidikan Anak Usia Dini

Tulisan ini adalah hadiah dari sang kakak, Ratna Widiana, S.Pd., yang hobi menulis, sebagai

ungkapan cinta dan penghormatan untuk adik tercinta Bunda Menik – Fitria Widianti, S.Pd., di

bulan kemerdekaan Agustus ini.

Latar Belakang Keluarga

Fitria Widianti lahir di Kudus, 15 Agustus 1980 sebagai anak ketiga dari tiga bersaudara.

Ayah: (Alm.) Agus Priyanto

Ibu: Sri Endah Nurhasih

Sejak kecil, ia tumbuh dalam keluarga sederhana yang menanamkan nilai kasih sayang dan

kepedulian. Masa kecilnya diwarnai dengan bersekolah di Taman Kanak-Kanak di desa Kaliputu,

tempat tinggal eyang putri.

Kakak sulungnya, Ratna Widiana, menempuh pendidikan TK di pusat kota Kudus dan kini menjadi

guru PAUD di yayasan kepolisian ternama, aktif sebagai relawan bencana, serta pernah

menjuarai lomba vokal Lady Rocker tingkat SMA se-Kabupaten Kudus tahun 1990-an.

Kakak laki-lakinya, Noviaji Setiawan (lahir 14 November 1979), juga berprestasi sebagai gitaris

terbaik se-Karesidenan Pati.

Awal Perjuangan di Dunia Pendidikan

Sejak 2015, Bunda Menik merintis sekolah PAUD secara mandiri dengan penuh keterbatasan. Ia

mendirikan SPS Melati 3 Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus. Meski tanpa dana besar,

sekolah ini berkembang pesat dan kini menjadi PAUD yang paling diminati masyarakat serta

tidak bisa dipandang sebelah mata di tingkat kecamatan.

Prestasi dan Peran Penting

• SPS Melati 3 aktif dalam berbagai lomba tingkat kabupaten: menari, mewarnai, hingga lomba

guru berprestasi.

• Bunda Menik dipercaya sebagai Ketua Gugus PAUD Kecamatan Bae, Kudus.

• Memiliki 7 tenaga pendidik dan hampir 100 siswa didik yang tercatat saat ini.

• Menyelesaikan pendidikan S1 PAUD (linier di bidangnya) sehingga semakin meningkatkan

kepercayaan masyarakat.

Semangat dan Tantangan

Perjuangan ini tidaklah mudah. Biaya operasional yang besar sering membuatnya harus

berusaha keras, bahkan melalui pinjaman, agar sekolah tetap berjalan. Namun semangatnya tidak

Pernah padam 

Selain mengelola PAUD, Bunda Menik juga membuka lembaga belajar Baca-Tulis-Berhitung

(BTQ) setiap sore pukul 15.00–18.00. Ini menjadi bukti nyata kepeduliannya terhadap pendidikan

anak usia dini.

Dukungan Keluarga

Perjuangan ini didukung penuh oleh:

• Ibunda Sri Endah Nurhasih

• Kakak perempuan Ratna Widiana

• Kakak laki-laki Noviaji Setiawan

Mereka menjadi pilar yang terus menyemangati langkah Bunda Menik.

Harapan ke Depan

Bunda Menik memiliki cita-cita agar SPS PAUD Melati 3 semakin dikenal, tidak hanya di Kudus,

tetapi juga lebih luas lagi. Ia berharap perjuangan ini menjadi tombak sejarah yang terus

dipelihara dan ditingkatkan, agar anak-anak usia dini dapat memperoleh pendidikan terbaik dengan

fasilitas pembelajaran yang memadai.

Penutup

Perjuangan Bunda Menik adalah bukti nyata bahwa dari sesuatu yang dianggap mustahil, jika

disertai tekad dan semangat, maka akan selalu ada jalan untuk mewujudkannya.

Semoga kisah nyata ini menginspirasi banyak orang untuk lebih peduli terhadap pendidikan anak

usia dini, karena masa depan bangsa lahir dari tangan-tangan pendidik yang tulus dan penuh cinta.

Tulisan ini dipersembahkan dengan penuh rasa bangga oleh Ratna Widiana, S.Pd., untuk sang

adik tercinta, Fitria Widianti, S.Pd. – sang Bunda Menik, sebagai hadiah ulang tahun merdeka di

Bulan Agustus 


Reporter :Ratna

Berita Populer