“Festival ini bukan hanya tentang tradisi, tetapi juga tentang keluarga. Setiap tahun kami datang ke sini untuk menikmati malam indah bersama orang-orang terkasih,” ujar warga disana,salah satu pengunjung yang datang
Dari reporter kami disana
bersama keluarganya.
Pihak pengelola taman juga menyiapkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari pertunjukan musik tradisional, lomba lentera anak-anak, hingga pameran seni budaya Tiongkok.
Lampion besar berbentuk kelinci giok dan bunga teratai menjadi daya tarik utama di tengah taman, menciptakan suasana magis yang memukau pengunjung.
Selain menikmati keindahan malam, para pengunjung juga memanfaatkan momen ini untuk berfoto dan mengabadikan kenangan. Anak-anak tampak gembira memainkan lentera kecil, sementara orang dewasa berbincang santai sambil mencicipi kue bulan dan teh hangat.
“Melihat semua orang tersenyum malam ini, saya merasa makna sebenarnya dari festival ini adalah kebersamaan dan rasa syukur,” tutur warga, salah satu panitia kegiatan.
Dengan cahaya bulan purnama yang memantul di permukaan kolam dan ribuan lentera yang berkelap-kelip, Taman Pemandangan Agung berubah menjadi lautan cahaya penuh kebahagiaan — simbol sempurna dari persatuan, cinta keluarga, dan harapan baru di musim gugur ini.
Reporter Hk:poppy

