Header Ads

  • Breaking News

    Selamat datang di situs kami LEMBAGA MABN & MEDIA JEESPE, semoga bermanfaat dan terimakasih telah berkunjung.

    Masyarakat Gelar Ritual Adat Mone Ha Mone Faun sebagai Tradisi Syukur Panen Padi

     jawasumatrapost.com.Kamis, 12 Maret 2026 — Masyarakat adat menggelar ritual adat pertanian yang berlangsung pada pukul 11.26 WITA di tempat Pisil, sebuah lokasi yang secara turun-temurun digunakan sebagai tempat pelaksanaan ritual adat terkait musim panen padi.


    Ritual yang dikenal dengan sebutan “Mone Ha Mone Faun” ini memiliki makna simbolis, yaitu empat laki-laki dan delapan laki-laki, yang melambangkan kekuatan, persatuan, serta peran kaum laki-laki dalam menjaga tradisi dan keberlangsungan kehidupan pertanian masyarakat adat.


    Kegiatan adat tersebut dilaksanakan di Sonaf Taone Ikun Tefa, yang merupakan tempat sakral bagi masyarakat setempat dalam melaksanakan berbagai prosesi adat. Dalam pelaksanaannya, para tokoh adat bersama masyarakat berkumpul untuk melaksanakan doa dan ritual sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil panen padi sekaligus memohon berkat serta perlindungan bagi musim tanam berikutnya.


    Selain sebagai ungkapan syukur, ritual ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan nilai-nilai leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan serta mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.


    Tokoh adat setempat menyampaikan bahwa pelaksanaan ritual Mone Ha Mone Faun memiliki makna mendalam bagi kehidupan masyarakat adat, karena tidak hanya berkaitan dengan pertanian, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap adat istiadat dan warisan budaya leluhur.


    Melalui pelaksanaan ritual ini, masyarakat berharap agar hasil pertanian, khususnya padi, dapat terus melimpah, terhindar dari berbagai gangguan, serta membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.


    Ritual adat seperti ini juga diharapkan dapat terus dilestarikan oleh generasi muda agar nilai-nilai budaya dan kearifan lokal tetap terjaga di masa mendatang.


    Redaksi Raphael Fahik 


    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad