Mafia Solar dan CPO di Riau: Saat Emas Hijau Dicuri di Negeri Sendiri
Jawasumatrapost:/PEKANBARU — Provinsi Riau, lumbung kelapa sawit terbesar di Indonesia, kini menghadapi persoalan serius yang mencoreng citra daerah penghasil emas hijau itu. Di balik geliat ekonomi sawit dan industri energi, praktik mafia solar dan CPO (Crude Palm Oil) kian marak dan menggurita di berbagai kabupaten, mulai dari Dumai, Bengkalis, Siak, hingga Rokan Hilir.
Setiap tahun, jutaan ton CPO mengalir dari Riau ke berbagai daerah dan negara. Namun sebagian aliran itu kini dikotori praktik ilegal: penimbunan solar subsidi dan penggelapan CPO di jalur pengiriman.
🔥 Solar Subsidi Jadi Ladang Emas Bagi Mafia
Solar bersubsidi yang seharusnya dinikmati oleh nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil kini justru menjadi sumber keuntungan bagi kelompok terorganisir.
Modusnya beragam — mulai dari pemalsuan surat rekomendasi, pembelian berulang di SPBU menggunakan jeriken, hingga pengisian lebih dari volume seharusnya. Bahkan ada indikasi keterlibatan oknum SPBU dan aparat lapangan dalam memperlancar distribusi ilegal tersebut.
“Solar di SPBU sering kosong sejak pagi. Tapi anehnya, di gudang belakang malah ada yang jual dengan harga tinggi. Ini bukan sekadar kelangkaan, ini permainan,” ungkap seorang sopir truk di Bengkalis yang enggan disebutkan namanya.
Akibat ulah mafia ini, masyarakat kecil kesulitan memperoleh solar bersubsidi. Aktivitas nelayan terhenti, biaya logistik naik, dan ekonomi lokal tersendat.
💧 Kencing CPO: Pencurian di Jalur Pengiriman
Di sektor perkebunan, praktik “kencing CPO” masih terus menghantui. Truk-truk tangki pengangkut minyak sawit mentah kerap berhenti di lokasi tertentu untuk menurunkan sebagian muatan sebelum tiba di pelabuhan.
Aksi ini telah menyebabkan kerugian miliaran rupiah per bulan, sekaligus merusak reputasi industri sawit Indonesia yang tengah berjuang mempertahankan sertifikasi ISPO di pasar global.
“Sudah jadi rahasia umum, ada titik-titik jalur yang jadi lokasi transaksi gelap. Kalau tak ada perlindungan dari oknum kuat, mustahil bisa jalan selama ini,” ujar seorang aktivis LSM di Dumai.
⚖️ Desakan untuk Penegakan Hukum Tegas
Maraknya praktik ilegal ini memunculkan gelombang desakan dari masyarakat dan berbagai organisasi agar pihak kepolisian, terutama Polda Riau, mengambil tindakan tegas tanpa pandang bulu.
“Kami sangat berharap kepolisian bertindak cepat dan tegas. Jangan hanya pemain kecil yang ditangkap, tapi juga otak besar di balik bisnis gelap solar dan CPO ini,” tegas Ketua Forum Jurnalis Riau Bersatu, inisial (R), saat dimintai tanggapan di Pekanbaru, Selasa (8/10).
Menurutnya, ketegasan aparat sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan publik dan menjaga stabilitas ekonomi daerah. “Kalau dibiarkan, mafia akan terus mengeruk keuntungan dari penderitaan rakyat,” ujarnya.
Polda Riau Diminta Bongkar Jaringan Besar
Sejumlah kasus pengungkapan memang telah dilakukan. Namun masyarakat menilai penindakan masih bersifat sporadis dan belum menyentuh jaringan besar.
Pemerhati kebijakan energi, narasumber, menyebut bahwa pemerintah dan aparat perlu membentuk Satgas Gabungan Khusus antara kepolisian, Bea Cukai, dan Dinas Perindustrian untuk memutus rantai distribusi ilegal.
“Harus ada langkah luar biasa, karena mafia ini bekerja sistematis. Jika dibiarkan, mereka akan lebih kuat dari regulasi,” katanya.
🌾 Riau Butuh Keberanian dan Ketegasan
Praktik mafia solar dan CPO bukan hanya kejahatan ekonomi, tetapi juga pengkhianatan terhadap rakyat dan negara.
Riau yang seharusnya menjadi contoh keberhasilan industri hijau kini terancam menjadi simbol lemahnya pengawasan dan penegakan hukum.
Masyarakat berharap Kapolda Riau segera turun tangan langsung, membongkar jaringan mafia dari akar hingga pucuknya.
> “Kami tidak ingin lagi mendengar istilah ‘kencing solar’ atau ‘kencing CPO’. Yang kami inginkan adalah keadilan, dan tindakan nyata dari aparat penegak hukum,”
Epilog: Saat Hukum Harus Tajam ke Atas
Selama penegakan hukum hanya menyentuh lapisan bawah, praktik kotor ini akan terus berulang. Kini, semua mata tertuju ke aparat penegak hukum di Riau — apakah berani menantang arus dan menumpas mafia energi dan CPO yang sudah terlalu lama bercokol?






Tidak ada komentar