Dua Tahun Tragedi 7 Oktober: Gaza Bergejolak, Dunia Menanti Gencatan Senjata Nyata
Jawasumatrapost, 8 Oktober 2025 — Dua tahun telah berlalu sejak serangan besar Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, namun luka perang masih jauh dari sembuh. Di saat dunia memperingati tragedi itu, delegasi dari Israel, Hamas, Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar kembali duduk di meja perundingan di Kairo untuk mencari titik temu gencatan senjata permanen.
Diplomasi di Ujung Api
Sumber diplomatik menyebutkan bahwa negosiasi kali ini menjadi yang paling krusial sejak dimulainya konflik dua tahun lalu. Tekanan internasional semakin kuat, terutama dari Eropa dan negara-negara Arab yang mendesak penghentian kekerasan dan pembukaan jalur bantuan kemanusiaan.
Namun, perbedaan pandangan tetap tajam. Israel menuntut jaminan keamanan total dari serangan roket Hamas, sementara Hamas bersikeras pada pengakuan terhadap kemerdekaan Palestina dan pencabutan blokade Gaza.
Gaza: Kota yang Nyaris Tak Bernyawa
Di tengah diplomasi yang tegang, Gaza masih menjadi simbol penderitaan. Data lembaga kemanusiaan menyebut lebih dari 67.000 warga Palestina tewas dan ratusan ribu lainnya hidup di pengungsian tanpa listrik, air, atau obat-obatan.
“Saya hanya ingin anak saya tumbuh tanpa suara bom,” kata Layla, seorang ibu dua anak yang kini bertahan di kamp Rafah.
Tekanan Dunia & Bayang-bayang Sejarah
Sejumlah pemimpin dunia, termasuk Sekjen PBB António Guterres, menyerukan agar momen dua tahun tragedi 7 Oktober dijadikan titik balik menuju perdamaian abadi.
“Dunia tidak boleh lagi menjadi saksi bisu,” ujarnya dalam pidato peringatan di markas PBB.
Sementara di Israel, suasana haru menyelimuti upacara peringatan korban serangan Hamas. Ribuan orang menyalakan lilin di Tel Aviv sebagai tanda penghormatan — dan harapan agar tragedi serupa tak terulang.
Harapan di Tengah Reruntuhan
Meski masa depan gencatan senjata masih belum pasti, diplomasi di Kairo memberi secercah harapan. “Kita semua lelah berperang,” kata seorang mediator Mesir. “Kini saatnya membangun kembali kemanusiaan.”




Tidak ada komentar