Diduga Ada Mafia BBM di Belakang SPBU Hangtuah, Penegak Hukum Dinilai Tutup Mata
Jawasumatrapost:-MANDAU – Aroma permainan kotor dalam bisnis Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali mencuat di Kecamatan Mandau. Tepatnya di kawasan Jalan Air Jamban, di belakang SPBU Hangtuah, diduga kuat berdiri gudang ilegal tempat penimbunan solar dan pertalite.
Informasi yang dihimpun dari warga sekitar menyebutkan, kegiatan tersebut sudah berjalan cukup lama dan melibatkan sejumlah oknum yang disebut-sebut berinisial Ajo dan Ari. Aktivitas keluar-masuk mobil tangki dan jeriken berisi BBM kerap terlihat pada malam hari, menimbulkan kecurigaan bahwa bisnis gelap ini berlangsung dengan perlindungan pihak tertentu.
Yang lebih mengejutkan, sejumlah sumber di lapangan menilai aparat penegak hukum seolah tutup mata. Bahkan muncul dugaan bahwa Kapolres Bengkalis maupun Polsek Mandau telah menerima “jatah upeti” agar aktivitas tersebut aman tanpa gangguan.
Salah satu warga sekitar yang enggan disebut namanya mengaku resah.
> “Kalau malam ramai, mobil keluar-masuk bawa drum dan jeriken. Tapi anehnya, nggak pernah ada razia. Orang sini tahu, tapi takut ngomong,” ujarnya, Jumat (11/10/2025).
Publik kini menunggu langkah nyata dari Kapolda Riau dan pihak Pertamina untuk menindak tegas dugaan mafia solar dan pertalite ini. Jika benar aparat di bawah terlibat, maka praktik seperti ini bukan hanya mencederai hukum, tapi juga merampas hak rakyat atas BBM bersubsidi yang seharusnya digunakan untuk masyarakat kecil.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi integritas aparat penegak hukum di Bengkalis.
Apakah hukum masih tajam ke bawah dan tumpul ke atas — atau masih ada keberanian untuk menegakkan keadilan tanpa pandang bulu?





Tidak ada komentar