LETNEO, TIMOR TENGAH UTARA, NTT — 28 September 2026 — Masyarakat adat di Desa Letneo, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali melaksanakan rangkaian acara adat pengambilan Air Pemali atau Air Kramat dari kawasan Gunung Letneo.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 28 September 2026, sekitar pukul 14.12 WITA. Prosesi adat ini melibatkan keluarga besar masyarakat adat setempat dan sejumlah unsur dari beberapa suku yang memiliki hubungan adat dengan Rumah Adat Oebnaman.
Dalam prosesi tersebut, Arnoldus Beli Oebnaman bersama Taone Ikun Tefa Mone Ha Mone Faun disebut membawa Air Pemali atau Air Kramat dari kawasan Gunung Letneo untuk kepentingan rangkaian acara adat.
Sejumlah kelompok suku yang disebut terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Suku Tethun, Suku Tmeken, Suku Matua, dan Suku Naibobe, bersama keluarga serta masyarakat adat setempat yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Rumah Adat dan Jejak Sejarah Perkawinan Adat
Menurut keterangan masyarakat setempat, kegiatan tersebut berkaitan dengan Rumah Adat Oebnaman, Rumah Fatu Naikan, serta Rumah Adat Sibuk Maubara.
Rumah-rumah adat tersebut menjadi bagian dari sejarah dan hubungan kekerabatan masyarakat adat setempat. Dalam penuturan adat yang disampaikan kepada media, terdapat pula hubungan asal perkawinan dengan wilayah Liquiçá (Likisá), Timor-Leste.
Pengambilan Air Pemali atau Air Kramat dari Gunung Letneo tidak hanya dipandang sebagai kegiatan mengambil air, tetapi juga menjadi bagian dari rangkaian penghormatan terhadap warisan leluhur dan hubungan antarkeluarga serta antarsuku.
Menjaga Warisan Leluhur
Bagi masyarakat adat setempat, keberadaan rumah adat, tempat-tempat yang dianggap keramat, serta ritual pengambilan air memiliki nilai budaya yang berkaitan dengan sejarah, identitas, hubungan kekerabatan, dan penghormatan kepada leluhur.
Pelaksanaan kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengenal dan memahami tradisi yang diwariskan oleh para leluhur.
Masyarakat berharap nilai-nilai adat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun tetap dapat dijaga, sekaligus dihormati sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat Timor di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor-Leste.
Reporter: Media Jeespe Indonesia
Raphael fahik
Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur
