Pererat Tali Persaudaraan dan Lestarikan Warisan Leluhur, Keluarga Besar dari Sejumlah Suku Berkumpul di Desa Bakustulama
BELU, NTT — Sabtu, 29 Agustus 2026 — Ketua Umum LBH MABN, Raphael Fahik, SH., MH., berkumpul bersama keluarga besar Fam Raimutik FARBESI dalam pelaksanaan ritual arwah yang berlangsung di tempat Haliladulun, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (29/8/2026).
Ritual arwah tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar untuk mengenang dan menghormati para leluhur yang telah mendahului mereka. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan kekeluargaan serta menjaga nilai-nilai adat dan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Dalam kegiatan tersebut, keluarga besar yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Fam Raimutik FARBESI turut berkumpul dari sejumlah rumpun dan suku, di antaranya Suku Fatkiik, Suku Uma Dato, Suku Ba'Asa, Suku Bataek, dan Suku Bagus.
Enam Bersaudara Menjadi Bagian dari Silsilah Keluarga
Berdasarkan silsilah keluarga yang disampaikan, garis keturunan tersebut berawal dari enam orang bersaudara, yang terdiri atas empat perempuan dan dua laki-laki.
Empat perempuan dalam garis keturunan tersebut dikenal dengan nama:
1. Buik
2. Bui
3. Ut Taek
4. Seuk
Dari garis keturunan tersebut kemudian berkembang berbagai keluarga dan rumpun yang hingga kini tetap menjaga hubungan persaudaraan.
Beberapa nama yang tercatat dalam garis keturunan keluarga antara lain Modesta Abuk, sebagai anak dari Nenek Seuk; Yakin Oni Bau, anak dari Maria UT; serta Gaspar Bria Surik, anak dari Bei Bui.
Selain itu terdapat pula garis keturunan Bei Buik Bagus, Bei Bui Bakus, Bei UT Taek dari Fam Raimutik FARBESI, serta Bei Seuk dari Uma Dato.
Hubungan kekerabatan tersebut menjadi salah satu dasar berkumpulnya keluarga besar dalam pelaksanaan ritual arwah di Haliladulun.
Garis Keturunan Raimutik FARBESI Bai Tasoni Fahik
Dalam silsilah keluarga besar tersebut juga disebutkan garis keturunan Raimutik FARBESI Bai Tasoni Fahik.
Salah satu bagian dari garis keturunan tersebut adalah Simon Taek Fahik, yang menikah dengan Maria UT Taek dari Suku Fatkiik.
Dari perkawinan tersebut kemudian lahir keturunan yang terdiri dari Margreta Buik, Hendrikus Taek Fahik, Rusan, Taek Surik, Oliva Belakang Taek, Yakin Oni Bau, dan Petrus Bau Aras.
Keturunan tersebut selanjutnya menjadi bagian dari keluarga besar Fam Raimutik FARBESI dan Suku Fatkiik yang terus menjaga hubungan kekeluargaan hingga saat ini.
Ritual Arwah Jadi Momentum Memperkuat Persaudaraan
Pelaksanaan ritual arwah tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan adat, tetapi juga menjadi momentum untuk mempertemukan keluarga yang selama ini mungkin berada di tempat yang berbeda.
Pertemuan keluarga besar tersebut menjadi kesempatan untuk kembali mengingat sejarah, mengenal garis keturunan, serta memperkenalkan hubungan kekerabatan kepada generasi muda.
Nilai persaudaraan yang terkandung dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus diwariskan kepada anak dan cucu sehingga hubungan antara keluarga besar Raimutik FARBESI, Suku Fatkiik, Suku Uma Dato, Suku Ba'Asa, Suku Bataek, dan Suku Bagus tetap terjaga.
Keberadaan tempat Haliladulun juga memiliki arti penting bagi keluarga karena menjadi salah satu tempat berlangsungnya kegiatan ritual dan penghormatan terhadap leluhur.
Melalui kegiatan tersebut, keluarga besar menunjukkan bahwa adat dan budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun persatuan keluarga dan menjaga identitas masyarakat adat.
Kehadiran Ketum LBH MABN Raphael Fahik, SH., MH., bersama keluarga besar dalam kegiatan tersebut semakin memperkuat suasana kebersamaan dan kekeluargaan.
Momentum ritual arwah ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh keturunan agar tetap menghormati para leluhur, menjaga hubungan antaranggota keluarga, serta meneruskan nilai-nilai adat kepada generasi yang akan datang.
Dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan, keluarga besar Fam Raimutik FARBESI bersama rumpun keluarga dan suku terkait diharapkan terus menjaga tali silaturahmi serta melestarikan adat dan budaya sebagai identitas masyarakat di Kabupaten Belu dan Nusa Tenggara Timur.
MABN/MJI
PIMRED SUSANTO
Sumber: Keluarga Besar Fam Raimutik FARBESI
MEDIA JEESPE INDONESIA
www.mediajeespeindonesia.my.id
