Header Ads

  • Breaking News

    Selamat datang di situs kami LEMBAGA MABN & MEDIA JEESPE, semoga bermanfaat dan terimakasih telah berkunjung.

    BELIS RP90 JUTA DAN DUA EKOR SAPI DISEPAKATI Prosesi Adat Pernikahan Jamianus Luan dan Keluarga Balibo Timor-Leste Berlangsung Khidmat, Tradisi Tanasak Jadi Simbol Persatuan Dua Keluarga


    MABN/MJI-DIKUTIP DARI MEDIAHARIANINDONESIA.COM

    Prosesi Adat Pernikahan Jamianus Luan dan Keluarga Balibo Timor-Leste Berlangsung Khidmat, Tradisi Tanasak Jadi Simbol Persatuan Dua Keluarga

    TTU, NTT | Jumat, 10 Juli 2026 — Prosesi musyawarah adat (belis) dalam rangka pernikahan Jamianus Luan dengan mempelai perempuan asal Balibo, Timor-Leste, berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan di hadapan tokoh adat, keluarga besar kedua belah pihak, serta para undangan.

    Keterangan foto: Prosesi musyawarah adat belis antara keluarga Jamianus Luan dan keluarga Balibo, Timor-Leste, yang berlangsung di Desa Letneo, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Jumat (10/7/2026).

    Dalam musyawarah tersebut, kedua keluarga mencapai kesepakatan mengenai belis berupa uang sebesar Rp90 juta dan 2 ekor sapi jantan. Kesepakatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan hukum adat yang dijunjung tinggi oleh kedua keluarga sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur.

    Keluarga laki-laki diwakili oleh Patrisius Mau, mantan Camat Tasifeto Timur, yang menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan keluarga Jamianus Luan. Ia menegaskan bahwa musyawarah adat bukan hanya membahas belis, tetapi juga mempererat hubungan persaudaraan, membangun rasa saling menghormati, dan menjaga kelestarian budaya.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum MABN DPP Pusat, Ibu Susana Leu, bersama keluarga besar Jamianus Luan dari Desa Letneo, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten TTU, serta keluarga besar Naibobe dari Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

    Salah satu bagian yang menarik perhatian dalam prosesi adat ini adalah kehadiran tanasak, yaitu tempat penyimpanan makanan tradisional yang memiliki makna simbolis dalam budaya setempat. Tanasak melambangkan penghormatan kepada tamu, kebersamaan, persatuan dua keluarga, serta harapan akan kehidupan rumah tangga yang sejahtera dan penuh berkat.

    Prosesi berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, saling menghargai, dan mengedepankan musyawarah hingga seluruh tahapan adat berjalan dengan baik. Tradisi ini menjadi bukti bahwa masyarakat perbatasan Indonesia–Timor-Leste masih memegang teguh nilai-nilai adat sebagai warisan budaya yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi.


    Dikutip dari 

    MEDIA HARIAN INDONESIA/MABN/MJI

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad