Header Ads

  • Breaking News

    Selamat datang di situs kami LEMBAGA MABN & MEDIA JEESPE, semoga bermanfaat dan terimakasih telah berkunjung.

    Makin marak SPBU di Jalur Duri mandau–Dumai Jadi Ladang Emas Mafia Minyak: Aparat Diduga Tutup Mata

     

    Jawasumatrapost:/-Duri-dumai Semakin Marak dan merajalela, 13 Oktober 2025 — Aroma permainan kotor di sektor energi kembali menyeruak di jalur lintas Duri–Dumai dan wilayah SPBU Mandau, Bengkalis. Aktivitas mencurigakan di kawasan ini makin terang-terangan, memunculkan dugaan kuat bahwa jaringan mafia penimbunan BBM bersubsidi telah lama beroperasi dengan aman dan leluasa.

    Laporan dari masyarakat menyebut adanya modus terstruktur dan rapi: para pelaku membeli solar dan pertalite bersubsidi dalam jumlah besar dari beberapa SPBU, lalu menimbunnya di gudang-gudang tersembunyi. BBM hasil “borongan” ini kemudian dijual kembali dengan harga industri kepada pihak tertentu. Akibatnya, stok BBM di SPBU cepat menghilang, sementara masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan justru kehabisan bahan bakar.

    “Sudah sering kami lihat mobil tangki modifikasi dan jeriken keluar masuk dari belakang SPBU. Kalau malam, malah tambah ramai, seolah tidak ada pengawasan,” ujar salah seorang warga Mandau yang minta namanya disembunyikan.

    Fenomena ini tak hanya memunculkan keresahan publik, tapi juga pertanyaan besar: ke mana aparat penegak hukum? Warga menilai baik Polsek Mandau maupun Polres Bengkalis seolah membiarkan aktivitas ilegal tersebut berlangsung tanpa tindakan nyata.

    “Kalau masyarakat biasa yang menimbun minyak, pasti langsung ditangkap. Tapi kalau yang besar-besar, malah seperti dilindungi,” kata seorang tokoh masyarakat yang geram melihat situasi ini.

    Sementara itu, pengamat energi Riau, Rahmat Siregar, menyebut praktik penimbunan ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. “BBM bersubsidi itu untuk masyarakat, bukan untuk diperdagangkan kembali. Ini jelas melanggar hukum dan merugikan negara miliaran rupiah setiap bulannya. Aparat harus turun tangan, bukan diam.”

    Kondisi ini semakin memperkuat dugaan adanya jaringan mafia minyak yang memiliki koneksi kuat, baik di lapangan maupun di tingkat kebijakan. Mereka diduga memainkan harga, mengatur distribusi, hingga memonopoli pasokan BBM di kawasan Bengkalis dan sekitarnya.

    Publik kini menanti langkah tegas dari pemerintah daerah, Kapolda Riau, dan BPH Migas untuk membongkar tuntas praktik busuk ini. Jika dibiarkan, jalur strategis Duri–Dumai akan berubah menjadi “wilayah kekuasaan gelap” tempat mafia minyak berpesta di atas penderitaan rakyat kecil.

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad