India Tegaskan Sikap Damai di PBB: “Kami Tidak Akan Menjadi yang Pertama Menyerang”
Jawasumatrapost:/ tanggal 5-okt 2025 NEW YORK — Dalam forum internasional yang dihadiri para pemimpin dunia di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), India kembali menegaskan komitmennya terhadap kebijakan “No First Use” (NFU) atau tidak akan pernah menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu.
Pernyataan ini disampaikan dalam sidang peringatan Hari Penghapusan Senjata Nuklir Dunia, dan mendapat perhatian luas karena muncul di tengah meningkatnya ketegangan global terkait isu pertahanan dan nuklir.
Delegasi India menekankan bahwa kekuatan sejati sebuah negara bukan terletak pada senjatanya, melainkan pada kemampuannya menjaga perdamaian.
> “Kami memegang teguh prinsip bahwa senjata nuklir hanyalah alat pertahanan terakhir — bukan untuk menyerang, bukan untuk menakut-nakuti,” tegas perwakilan India di hadapan Majelis Umum.
India juga menyerukan kepada negara-negara pemilik senjata nuklir lainnya untuk menunjukkan tanggung jawab moral dan politik yang sama. Pemerintah India menilai, deterrence (daya tangkal) harus dijaga dalam batas minimal, dan bukan dijadikan alat dominasi global.
Langkah ini mendapat apresiasi dari sejumlah negara berkembang yang memandang India sebagai contoh konsistensi dalam menjaga perdamaian dunia tanpa meninggalkan kedaulatan nasional. Namun, sebagian analis menyebut bahwa tantangan nyata tetap ada — terutama dengan meningkatnya uji coba nuklir di beberapa kawasan Asia dan Eropa Timur.
Dengan meneguhkan komitmen “No First Use,” India menegaskan dirinya bukan hanya sebagai kekuatan militer, tetapi juga kekuatan moral di tengah dunia yang semakin tidak menentu.
“Senjata tidak akan membawa kedamaian, tetapi niat baik antarbangsa akan,” tutup pernyataan resmi delegasi India.





Tidak ada komentar