Breaking News

BERITA KHUSUS — KEBAKARAN HUTAN KALIMANTAN

Untuk: Media Jespe Indonesia & Penyebaran Internasional

Tanggal: 17 Oktober 2026

 

 

 

🇮🇩 INDONESIA

 

Asap Pekat Selimuti Kalimantan: Ribuan Warga Terpapar ISPA, Masyarakat Menanti Hujan

 

PONTIANAK / BANJARMASIN / SAMARINDA — Kabut asap pekat kembali menyelimuti wilayah Kalimantan, melintasi batas tiga provinsi sekaligus: Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Kebakaran hutan dan lahan yang berkepanjangan sejak musim kemarau telah mengubah langit yang biasanya cerah menjadi kelabu, menutupi sinar matahari, dan menurunkan kualitas udara ke tingkat yang sangat tidak sehat .

Api dan Asap di Tiga Provinsi

Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan titik api terbanyak, diikuti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Hingga pertengahan Oktober 2026, asap masih melayang tebal di kota-kota besar seperti Pontianak, Banjarbaru, Banjarmasin, dan Balikpapan. Jarak pandang menyempit, aktivitas luar ruangan terbatas, dan warga terpaksa menutup pintu-jendela sepanjang hari .

Dampak Kesehatan: Anak-anak dan Lansia Paling Terancam

Yang paling memilukan adalah dampak terhadap kesehatan masyarakat. Data Kementerian Kesehatan RI mencatat lebih dari 129.000 kasus ISPA di tujuh provinsi terdampak hingga September 2026. Khusus di Kalimantan Selatan tercatat 35.606 kasus, Kalimantan Barat 29.523 kasus, dan Kalimantan Timur 11.672 kasus. Dari jumlah tersebut, lebih dari 30.000 kasus terjadi pada balita dan anak-anak .

Di Balikpapan saja, dalam dua minggu awal Oktober 2026 tercatat lebih dari 6.000 kasus ISPA, dan diperkirakan bisa mencapai 10.000 kasus sepanjang bulan ini . Pneumonia, asma, batuk kronis, serta iritasi mata dan kulit melonjak tajam. Rumah sakit dan puskesmas penuh dengan pasien, terutama anak-anak yang batuk-batuk dan sesak napas 

Doa dan Harapan: Masyarakat Menanti Turunnya Hujan

"Setiap pagi kami melihat langit kelabu. Anak-anak tidak bisa bermain di luar. Kami menutup jendela, tapi asap tetap masuk. Kami hanya berharap hujan segera turun," ujar seorang ibu warga Pontianak yang anaknya baru sembuh dari ISPA.

Harapan masyarakat sederhana namun dalam: agar hujan segera turun, api padam, dan udara bersih kembali bisa dihirup dengan lega. Hingga saat ini, warga terus berdoa dan menunggu pertolongan alam yang datang terlambat .

Seruan untuk Dunia Internasional

Krisis ini bukan sekadar masalah lokal — ini adalah masalah lingkungan global. Hutan Kalimantan adalah paru-paru dunia yang kehilangannya berdampak pada iklim global. Dunia perlu melihat, peduli, dan bekerja sama melindungi hutan hujan tropis Kalimantan demi kesehatan generasi kini dan mendatang.

 Kami masyarakat Indonesia memintak kepada presiden RI,segera mengatasi asap yang dampak nya semakin hari tak berhenti,dan meminta BPK PRESIDEN RI untuk menindak oknum yang tidak bertanggung jawab,atas pembakaran hutan.

Kami dari media Jeespe,CJI, FJA internasional dan nasional.memintak pak presiden RI segera untuk mengatasi kebakaran hutan,karna dampak resiko pada masyarakat Indonesia dan dunia.


Sebagai mana dalam UUD kebebasan PERS 1945

Laporan: Jespe Indonesia

Penulis: — Kaperwil Labuhanbatu

Pimred: Susanto

Editor: Tubagus Wily

 


Berita Populer