Menanggapi dugaan ucapan yang bernada intimidasi terhadap Ketua Umum Masyarakat Adat Bumi Nusantara (MABN) DPP Pusat, kami dari Masyarakat Adat Bumi Nusantara (MABN) menyampaikan sikap tegas atas kejadian tersebut.
Kami meminta kepada saudara Carles Klau, yang disebut dalam peristiwa tersebut, agar memberikan permintaan maaf secara terbuka atas ucapan dan tindakan yang dinilai bernada intimidasi terhadap Ketua Umum MABN serta seluruh jajaran dan anggota MABN.
Kami berharap permintaan maaf tersebut dapat menjadi bentuk itikad baik untuk menyelesaikan persoalan secara damai dan menjaga keamanan serta ketertiban di tengah masyarakat.
Namun, apabila saudara Carles Klau tidak memberikan tanggapan, klarifikasi, maupun permintaan maaf, maka kami selaku Masyarakat Adat Bumi Nusantara (MABN) akan mempertimbangkan untuk menempuh langkah hukum melalui jalur yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
MABN menegaskan bahwa sikap ini bukan bertujuan untuk melakukan provokasi atau memperkeruh keadaan, melainkan sebagai bentuk upaya menjaga kehormatan, keamanan, dan marwah Ketua Umum beserta seluruh jajaran dan anggota MABN.
Kami mengimbau seluruh anggota dan masyarakat agar tetap tenang serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.
MABN tetap membuka ruang klarifikasi dan penyelesaian secara baik kepada saudara Carles Klau, sepanjang dilakukan dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab.
PIMRED SUSANTO
