Breaking News

PAHLAWAN SEROJA _2.300 PRAJURIT GUGUR_ MENJAGA IBU PERTIWI

 

PAHLAWAN SEROJA - .

 


Kisah sejarah pahlawan seroja

Kami bukan angka, kami 2.300 nama,

Dipahat di batu hitam di Cilangkap,

Bukan untuk gagah, tapi agar kau ingat,

Kami pernah berangkat saat umurmu masih di ayunan.

Tahun 76, 77, 78...

Kami mendarat di Dili dengan payung yang belum mekar sempurna,

Letkol Atang gugur saat bendera baru setengah naik,

Kopda Suparlan mati melindungi temannya, 

129 Baret Merah kami tinggal di hutan Maubara,

Kami tidak mati karena kami hebat,

Kami mati karena kami tidak mau mundur.

Tahukah kau pedihnya menjadi prajurit Seroja?

Kami menumpahkan darah di gunung yang tidak ada di peta SD kami,

Kami demam berdarah, kami lapar, kami rindu,

Tapi radio berkata: "Bertahan, Demi Indonesia!"

Maka kami tahan.

Darah kami bukan tinta,

Tapi kami tulis dengannya: TIMOR TIMUR ADALAH INDONESIA,

Di atas bukit, di atas batu, di atas bendera yang kami rebut dari Portugis,

Darah kami meresap ke tanah merah Timor,

Tanah yang kami kira akan selamanya jadi sawah anak cucu kami.

Lalu datanglah 1999.

Kami menonton dari televisi yang burem di asrama,

Jari yang dulu menarik pelatuk, kini mengepal ke langit,

Timor lepas. Timor hilang.

Bukan oleh peluru Fretilin yang tak mampu mengusir kami 24 tahun,

Tapi oleh satu ketukan palu politik di meja berkarpet di New York.

Hati siapa yang tidak perih?

Kami yang kehilangan kaki, kehilangan mata, kehilangan kawan,

Kini harus menjelaskan pada anak kami:

"Untuk apa, Ayah, kau perang dulu? Bukankah Timor sudah bukan Milik kita?"

Tidak, Nak.

Ayah tidak perang untuk peta,

Ayah perang untuk perintah.

Dan perintah itu dulu adalah Indonesia.

Kepada Pejuang SEROJA yang Telah GUGUR:

Tidurlah, 2.300 Pahlawanku,

Tidurlah di gunung RAmelaue Matebian,Mundo Perdido,Remexio,Baunoraq Osso Viqueqe,Di di Dili, di hutan-hutan yang tak bernama,

Kalian tidak kalah, kalian hanya ditinggalkan oleh keputusan,

Negara boleh melepas Timor,

Tapi negara tidak boleh melepas nama kalian.

Selama Merah Putih masih berkibar,

Selama ada yang masih menyebut kata "Seroja" dengan air mata,

Kalian belum benar-benar gugur,

Kalian hanya sedang tidur panjang, dengan sepatu laras yang belum sempat dilepas.

Kini TImor Timur Bukan Indonesia lagi.

Tetapi perjuanganmu tak bisa dilupakan begitu saja.

Kalian semua Yang telah Berjuang sejak Tahun 1976 sampai dari 1999 adalah Veteran Seroja Pejuang Pembela Kedaulatan NKRI.

INI MERUPAKAN SEJARAH TIMOR TIMUR BAGI SELUH ABRI /ASN YG BERJUANG DI PFOVENSI KE 27 TIMTIM SEJAK 17 JULI 1976( TAHAP 3), TAHAP 2, ADALAH SUKARELAWAN YG MASIH ADA HUBUNGAN KAWIN MAWIN DG WARGA TIMOR FORTUGIS DG TIMOR BARAT MASYARAKAT INILAH YG MADUK KE TIMOR FORTUGIS UNTUK MEMBEBASKAN SAUDARA SAUDARANYA AGAR BISA LEPAS DARI PENJAJAH FORTUGIS YG SDH MENJAJAH SEKITAR 350 THN SUKARELAWAN ITU BERJUANG DARI 21 MEI 1975/ 17 JULI 1976. TAHAP 1 ADALAH MASUKNYA 14 ORANG SUKARELAWAN DARI TIMOR BARAT KE TIMOR FORTUGIS SALAH SATUNYA ADALAH YERMIAS TOAN PELO(ALM) YG MASUK MARET 1959 YG BERGABUNG DG TOKOH2 TIMOR FORTUGIS MELAKUKAN PERLAWANAN DI DAERAH VIQEQE DAN UNTUK PERTAMA KALINYA BENDERA MERAH PUTIH BERKIBAR DI TIMOR FORTUGIS DI DAETAH WATOLARI 1 JUNI 1960,,KE 14 ORANG ITU MENDAPAT KAN GELAR ,,VETERAN PERINTIS KEMERDEKAAN RI,, DARI PELTU PURN.MARIONO, WASSALAM.



RED 

Berita Populer